Malam itu tetiba saja aku tercengang heran, layar ponsel ku memberikan notifikasi dari seseorang.
Ya, sudah bisa ditebak itu siapa. Walaupun nomer tidak ada di daftar kontak dan belum ku buka isi chat itu sepenuhnya. Masih ku ingat jelas tentang nya, Tuhan bantu aku melupakan..
Terlepas dari dirinya yang memang sulit dilupakan. Kehadiran nya yang nyata hari itu seakan menjawab keraguan di hati. Tinggalkan dan lupakan atau kembali dan siap menerima resiko kembali mengukir luka.
Aku tidak bisa memungkirinya, hati bahagia melihat senyum tawanya.
Namun sisi lain hati lirih menahan sakit luka kemarin yang tak kunjung kering.
Maaf sayang,
Mungkin kata maaf bisa ku terima,
Sikap mu terhadap ku dapat ku terima,
Namun luka itu masih sangat sakit sayang.
Sembuhkan rasa luka ku mudah saja karena rasa sayang ku ada untuk mu.
Tapi rasa luka dan kecewa orang tua ku, entahlah. Hanya Tuhan dan hati meraka yang tau.
==Kisah Kemarin==

0 komentar:
Posting Komentar