Selasa, 06 Mei 2014

Tak terhapuskan

Tuhan, rindu tak terbendung.
Sering kiranya ku mengelak akan rasa ini.
Bersikeras aku tak kan rindu, tak kan mengingat,
Namun sia-sia, rasa itu terus menampakkan kehadirannya.
Tuhan, salahkah rasa ini.
Rasa yang tak terhapuskan hingga kini.
Rasa yanh terus membelenggu membayangi.
Sakit teriris perih saat ku ingat dia bukanlah untuk ku.
Tuhan, apakah dia ingat aku?


==Jempol Kelingking==

Rabu, 19 Maret 2014

Aku Sekarang

Hai kamu yang nanti mempersunting diri ini..
Ketahuilah, diri ini terlahir dari keluarga yang sederhana..
Apa pun harus direncanakan sedemikian rupa biar nantinya tidak berujung masalah.
Berpikir panjang kedepan harus dilakukan setiap tindakan..
What do you think? What do you see?
Yang diri ini miliki dan raih sekarang atas didikan ke dua sosok tegas dulunya.
Bukan menyombongkan diri atas yang ada, namun niat hati membuka mata.
Dengan usaha dan doa, semua dapat diwujudkan, mimpi dapat menjadi nyata.

Bukan diri ini pemilih..
Namun hati berharap untuk sosok yang nantinya juga menyayangi mereka, sosok yang menghargai hidup itu tidak mudah.
Bukan yang melihat "Aku Sekarang", diri ini wanita lemah berbentengkan ketegaran dan keyakinan atas kuasa Nya.
Angka penilaian pertama memang dari apa yang dilihat, akan tetapi tidak selamanya apa yang dilihat sesaat itu adalah benar.
Rasakan dengan hati. 


==Jempol Kelingking==

Selasa, 25 Februari 2014

Kenang mu

Dia..
Tidak sengaja, sepertinya menjadi awal yang berakhir misteri. Awal mengenal bermodal kepercayaan. Entah kenapa diri yang sulit percaya dapat begitu saja memberikan kepercayaan. Tidak ku kenal dia, dari mana dia, dan siapa dia.
Hanya ku kenal nama.

Cukup lama untuk rentang waktu berjumpa kembali. Tidak ada yang spesial, tapi ingin tuk kembali ketempat itu. Berjumpa dia lagi. Detik pertama menginjakkan kaki ditempat itu kembali. Dia dan hanya ingin dia. Sekali lagi tidak ada rasa apa pun. Aneh? Iya, memang aneh. Kebersamaan itu berlalu. Andaikan bisa, hari itu tidak berakhir..Kini berbeda. Ku tak tau gimana akhir cerita ini. Berharap yang terbaik untuk kita.


Kamis, 06 Februari 2014

Rindu itu sakit

Kamu,
"Ku rindui dirimu yang disana, namun ku tak tau sia-sia kah ini.
Apakan kamu ingat akan diriku yang disini.
Apakah kamu pernah terlintas sedikit rasa risau jauh dari ku.
Apakah kamu pernah teringat walau sepintas saja namaku.."

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Biar ku disini, harapkan cinta mu
Takkan lelah hati ini, tuk terluka lagi
Katakan kau sayang pada ku
Seakan kau mencintaiku
Walau ku tau kau bukan untuk ku
Biarkan ku slalu menunggu
Walau kau tak pernah kembali
Biarkan ku bermimpi tuk memiliki mu
Air mata ini tak pernah berhenti
Kau yang tak perduli
Dan ku pendam dalam hati
Bohongi diriku tuk kesekian kali
Takkan pernah terluka hatiku
Diri mu disini takkan pernah hilang
Cinta ini akan menunggu mu selamanya
(Ecoutez_seakan mencintaiku)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Ku selalu rindukan senyum mu...

Aku disini menunggu

Ingin rasa ku hempas remuk jantung ini hingga remuk terurai
Tak ingin rasa itu bangkit dan keruhkan semangat ku karena rindu
Rindu tak bertuan..
Rindu tak berujung..
Cinta kah ini?
Ataukah kebodahan kasih ku?
Rasa rindu semakin memuncak
Tak seperti harapan, harapan dapat lupakan mu..
Dan ku disini tetap setia menatap gemulai asap cerobong itu
Tetap sayu memandangi ujung ombak diseberang sana
Matahari terbenam berharap kau datang
Mebawakan ku segaris senyuman dan hangat peluk mu..
Ku selalu rindukan tatap itu...


Senin, 20 Januari 2014

Anggap Aku

Pagi ini dia memutuskan untuk tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kami.
BBM itu sontak mebuat ku tercengang tanpa ku rasa aku bingung apa yang ada di hati dan kepala ku.
Air mata jatuh menepi pelahan membasahi pipi, suara seketiaka menghilang, dan udara pun seakan sulit untuk ku hirup. Nafas ku, air mata ku, hati ku kembali sakit. 
Perih.
Seakan tidak percaya dan itu mimpi.
Kemarin, sepulang dari liburan tengok orang tua terkasih kita bertemu dikota itu dengan senyuman, dengan canda dan tawa seakan tidak ada masalah yang terjadi.
Semenjak perubahan drastis dia sebulan yang lalu. Dan itu pertemuan kami setelah lebih satu bulan tak berjumpa. Jarak memang tidak begitu jauh,  tidak terpisah lautan ataupun belahan bumi, namun ku rasa itu teramat jauh. Kesabaran ku mengajari selalu untuk bertahan, untuk menunggu saatnya tiba, saatnya untuk bertemu dengan mu.
Kini dia memutuskan, memudarkan rasa bahagia yang ku rasa setelah kamarin lusa bertemu. Apa salah ku? Terbesit dibenak ku, dipikiran ku yang awam dengan apa penyebab semua ini. Rasa sayang ku terlampau besar, rasa kasih ku begitu dalam. Aku menerima keputusan mu itu, dengan alasan kamu ingin sendiri. Aku coba terus mengerti, kamu lagi mempunyai masalah yang entah apa itu. Aku hargai masalah dalam hidup mu yang tak pernah ku tau jelasa itu apa.
Semoga kamu senang sayang tanpa aku yang selalu menunggu mu, yang selalu menggantungkan asa di jurang harapan "Kau menganggap aku ADA"
Satu doa ku pada sang pencipta "Kamu akan kembali dengan membawa keranjang buah kebahagiaan untuk kita"


==Jempol Kelingking==