Pagi ini dia memutuskan untuk tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kami.
BBM itu sontak mebuat ku tercengang tanpa ku rasa aku bingung apa yang ada di hati dan kepala ku.
BBM itu sontak mebuat ku tercengang tanpa ku rasa aku bingung apa yang ada di hati dan kepala ku.
Air mata jatuh menepi pelahan membasahi pipi, suara seketiaka menghilang, dan udara pun seakan sulit untuk ku hirup. Nafas ku, air mata ku, hati ku kembali sakit.
Perih.
Perih.
Seakan tidak percaya dan itu mimpi.
Kemarin, sepulang dari liburan tengok orang tua terkasih kita bertemu dikota itu dengan senyuman, dengan canda dan tawa seakan tidak ada masalah yang terjadi.
Semenjak perubahan drastis dia sebulan yang lalu. Dan itu pertemuan kami setelah lebih satu bulan tak berjumpa. Jarak memang tidak begitu jauh, tidak terpisah lautan ataupun belahan bumi, namun ku rasa itu teramat jauh. Kesabaran ku mengajari selalu untuk bertahan, untuk menunggu saatnya tiba, saatnya untuk bertemu dengan mu.
Kemarin, sepulang dari liburan tengok orang tua terkasih kita bertemu dikota itu dengan senyuman, dengan canda dan tawa seakan tidak ada masalah yang terjadi.
Semenjak perubahan drastis dia sebulan yang lalu. Dan itu pertemuan kami setelah lebih satu bulan tak berjumpa. Jarak memang tidak begitu jauh, tidak terpisah lautan ataupun belahan bumi, namun ku rasa itu teramat jauh. Kesabaran ku mengajari selalu untuk bertahan, untuk menunggu saatnya tiba, saatnya untuk bertemu dengan mu.
Kini dia memutuskan, memudarkan rasa bahagia yang ku rasa setelah kamarin lusa bertemu. Apa salah ku? Terbesit dibenak ku, dipikiran ku yang awam dengan apa penyebab semua ini. Rasa sayang ku terlampau besar, rasa kasih ku begitu dalam. Aku menerima keputusan mu itu, dengan alasan kamu ingin sendiri. Aku coba terus mengerti, kamu lagi mempunyai masalah yang entah apa itu. Aku hargai masalah dalam hidup mu yang tak pernah ku tau jelasa itu apa.
Semoga kamu senang sayang tanpa aku yang selalu menunggu mu, yang selalu menggantungkan asa di jurang harapan "Kau menganggap aku ADA"
Satu doa ku pada sang pencipta "Kamu akan kembali dengan membawa keranjang buah kebahagiaan untuk kita"
==Jempol Kelingking==

0 komentar:
Posting Komentar