Senin, 21 Juni 2010

Rasa Kini

Pertemuan awal ku di dunia maya, aku ketemu nicknya d’room obrolan. Terus kenalan degh.hehehee..
Japanese Emoticons

Dia jemput aku pulang sekolah, dulu aku kelas XII SMA dan dia kuliah. Kami cuma beda 1 angkatan aja. Itu merupakan awal kali pertemuan kami.Free Iconshari itu mengawali jalinan rasa yang ada. Begitu manis kisah saat-saat itu.
Awalnya biasa-biasa saja, santai dan ternilai cuma maen-maen coba-coba aja, ga kepikiran buat serius dan sejauh itu ngejalaninya. Sesampainya orang tua kami mengetahui hubungan kami dan merestui. Teramat disayangkan memang.
Namun dalam menjalaninya, kami gagal untuk mempertahankannya. Di hantui rasa egois dan keras kepala yang ada pada kami khususnya aku yang begitu begejolak. Hingga mengalahkan rasa yang seharusnya dipertahankan.hikz..
Kami bertahan 1 tahun, terpaan segala macam ego dan amarah terus menggoyahkan keyakinan buat mempetahankan. Ku akui kesalahan banyak bersumber dari diri ku, dia sudah sangat sabar menghadapi aku. Aku yang egois, aku yang keras kepala, aku yang manja, aku yang pencemburu. Begitu sabarnya dirinya sampai kadang aku gregetan kalau ada masalah dia malah diam (ga kpikiran kali buat menjelaskan sama aku). Hingga aku kadang emosi tidak terarah lagi dan aku pun "ngambek". Hihihihiiii…

Aku kangen senyumnya !!!
Aku kangen peluk sayangnya !!!
Aku kangen ringis manjanya !!!
Aku kangen aku kangen aku kangen dirinya…
Kehangatan bersamanya…ceria bersamanya…
Ku tau itu sekarang tidak mungkin karna kau telah bersama yang lain…
Dosakah aku…ingin bersamanya lagi ???
Japanese Emoticons

Aku Terlambat Mengerti


Ada saat mengakui kesalahan yang ku buat
Ada saat ku mengerti setelah ku kehilangan
Senyum mu air mata mu setia mu dulu ku hancur kan
Baru aku tau sakit itu ap…setelah kau bukan milik ku
Baru aku tau cinta itu apa,,setelah kau hapus cinta ku yang dulu dalam hati mu
Kini saat ku belajar menghargai yang ku punya…


Lirik itu bisa mewakili rasa ku yang belakangan sangat terasa..
Sangat sangat terasa ku kehilangannya..
Begitu bodohnya aku melepasnya, membiarkannya pergi begitu saja dan kelain hati.. Kekerasan hati ku membuat bumerang tersendiri bagi hati ku.. Begitu perih terasa saat meliaht dirinya bersama orang lain, sedang posisinya di hati ku tak terganti..
Walau sering ku coba tuk lupakannya, namun hati ku selalu berbisik mengucap namanya.. Kusesali sikap ku dulu memaksakan kehendak tuk memberikan kebebasan kepadanya.. Kebebasan tuk melepaskan ku dan mencari labuhan yang lebih baik untuknya..
Ternyata ini sangat perih terasa..
Maksud hati untuk memberikan kebahagiaan, ternyata menjadi suatu momok yang sangat menyakitkan ku rasa..
Akankah dia mengerti arti sesungguhnya maksud hati??
Itu kesalahan ku melangkah dan mengambil sikap, ternyata bukan suatu kebahagiaan yang ku berikan saat itu, namun rasa sakit karna ingin ku kekeras kepalaan ku untuk melepaskannya. Keegoan yang terpatri dalam rasa ini selalu menghalangi langkah hati utuk berbicara dan mengakui..

“Sayang ku tidak surut dulu hingga detik kini..”

Sekarang ku hanya bisa sesali dan sesali sikap ku dulu..semua terlambat, kau kini bahagia dengannya.. ku hanya bisa tersenyum dari kejauhan, tersenyum untuk kebahagian mu..

Semoga seiring waktu ku bisa melupakan mu dan mendapat seseorang yang dapat mengerti aku dengan segala kekurangan ku..