Terimakasih sayang, terimakasih atas cerita yang sudah terukir manis dan cerita yang berlinang air mata. Kisah yang tidak akan bisa dilupa, kisah yang tidak mungkin akan terhhapus oleh masa. Hari ini 2 tahun 9 bulan kita sudah berpisah. Banyak cerita yang turut mengiringi, kecewa, tangisan, senyuman, harapan, dan impian untuk hari esok. Meski kita tidak mungkin bisa bersama, biar menjadi kisah kemarin.
Maaf kan aku untuk rasa kecewa yang aku ciptakan dihati orang-orang yang ingin melihatku bangkit dari rasa ini, karena cerita kisah kemarin yang masih melekat di hati dan pikiran ku. Salah ku memang, karena aku yang sulit melupakan kisah kemarin. Maaf dan maafkan aku.
Kisah kemarin memang sangat kejam dan sangat mengiris hati. Kecewa yang teramat dalam membuat ku sulit bangkit, sulit melihat harapan indah didepan sana. Mata ku tertutupi kabut tebal kesedihan. Kisah senja merah itu membunuh ku.
Terimakasih warna pelangi indah usai hujan di senja merah tahun ini. Dan semoga aku tidak memberikan rasa kecewa untuk pelangi senja ini.
Harapan indah harus aku jemput. Kisah kemarin harus ku tinggalkan disini.
Tuhan pemberi rasa cinta yang indah kepada umat nya, terimakasih selalu memberi ku kekuatan untuk melalui liku kisah ku.
==Kisah Kemarin==
Selasa, 26 Desember 2017
Minggu, 03 Desember 2017
MAAF SAYANG
Malam itu tetiba saja aku tercengang heran, layar ponsel ku memberikan notifikasi dari seseorang.
Ya, sudah bisa ditebak itu siapa. Walaupun nomer tidak ada di daftar kontak dan belum ku buka isi chat itu sepenuhnya. Masih ku ingat jelas tentang nya, Tuhan bantu aku melupakan..
Terlepas dari dirinya yang memang sulit dilupakan. Kehadiran nya yang nyata hari itu seakan menjawab keraguan di hati. Tinggalkan dan lupakan atau kembali dan siap menerima resiko kembali mengukir luka.
Aku tidak bisa memungkirinya, hati bahagia melihat senyum tawanya.
Namun sisi lain hati lirih menahan sakit luka kemarin yang tak kunjung kering.
Maaf sayang,
Mungkin kata maaf bisa ku terima,
Sikap mu terhadap ku dapat ku terima,
Namun luka itu masih sangat sakit sayang.
Sembuhkan rasa luka ku mudah saja karena rasa sayang ku ada untuk mu.
Tapi rasa luka dan kecewa orang tua ku, entahlah. Hanya Tuhan dan hati meraka yang tau.
==Kisah Kemarin==
Minggu, 19 November 2017
Aku rindu
Dear ayah,
Aku rindu berbicang dengan mu.
Aku rindu keluh kesah ku yang kamu putar balik menjadi semangat ku.
Aku rindu lepas tawa mu motivasi ku untuk menjadi lebih baik untuk mu.
Ayah, tenang lah disisiNya dan ijin Tuhan aku pasti bisa membanggakan mu.
Anak sulung mu yang selalu merindukan mu,
Aku rindu berbicang dengan mu.
Aku rindu keluh kesah ku yang kamu putar balik menjadi semangat ku.
Aku rindu lepas tawa mu motivasi ku untuk menjadi lebih baik untuk mu.
Ayah, tenang lah disisiNya dan ijin Tuhan aku pasti bisa membanggakan mu.
Anak sulung mu yang selalu merindukan mu,
Sabtu, 18 November 2017
Mantan Siluman
Mantan memang kek siluman yang bisa aja datang tiba-tiba datang terus bikin baper. Emang gue yang baperan sih, haha
Gue lupa persisnya keknya sih april mei 2014 mulai dekat, dia berani datang bertamu langsung di awal perkenalan. Dibenak gue sih "ni orang nekat juga!!".
Singkat cerita juli jatuhlah gue dipelukannya, dengan komitmen serius untuk melangkah ke jenjang lebih serius. Yakin banget sih gue saat itu, karena gue gak cuman di kenalin sama temannya tapi juga keluarga besarnya.
Bulan demi bulan berlalu, berantem pasti ada, beda pendapat itu tentulah ada. Tapi masih bisa kami pertahankan hubungan kami. Jelang akhir tahun, cobaan makin berat. Banyak bermunculan masalah, dari mantan doi yang mulai ikut nyerempet nikung sampai godaan sang mantan doi main manis cantik depan keluarga nya. Gue makin berasa gak dianggap saat gue bertamu di rumahnya. Nyesseeeek broh...
Diakhir bulan Januari 2015 doi merapat ke rumah orang tua gue, secara gue kenal doi di perantauan. Gue seneng banget, doi makin keliatan serius nya. Sampai bapak gue yang jarang banget bisa ketawa lepas sama orang baru, lah sama dia lepas banget kek udah kenal lama dan lupa dengan sakit yg lagi beliau derita.
Kebahagiaan itu sekejap gue rasa. Di bulan Maret, bulan kelahiran gue yang pasti gue udah berharap di usia 25 itu gue akan make a wish rencana besar kami berjalan lancar. Tapi sebaliknya, kita hanya berencana dan Tuhan lah yang menentukan. Tepat hari kamis kami berpisah dan melebur rencana yang sudah ada, mengubur impian.
Jujur gue sejak itu merasa trauma dekat dengan lelaki yang cuman bilang suka ataupun bilang mau serius menjalin hubungan, gue takut sakit lagi.
Agustus kami bertemu lagi, dengan keinginan membuka pembicaraan kenapa dan kenapa kami berpisah. Rasa sayang gak bisa ditutupi, kami masih sayang. Orang tua nya gak restu apalah daya, dia dijodohkan walau pun menolak perjodohan kami sulit bersatu, hanya kuasa Tuhan yang bisa persatukan kami kembali.
Sumpah, baper gue maksimal banget kemana iman gue saat itu. Gila!!.
Butuh waktu lama buat gue lupakan jengkal demi sejengkal kenangan. Bukan hal mudah!
Gue lupa persisnya keknya sih april mei 2014 mulai dekat, dia berani datang bertamu langsung di awal perkenalan. Dibenak gue sih "ni orang nekat juga!!".
Singkat cerita juli jatuhlah gue dipelukannya, dengan komitmen serius untuk melangkah ke jenjang lebih serius. Yakin banget sih gue saat itu, karena gue gak cuman di kenalin sama temannya tapi juga keluarga besarnya.
Bulan demi bulan berlalu, berantem pasti ada, beda pendapat itu tentulah ada. Tapi masih bisa kami pertahankan hubungan kami. Jelang akhir tahun, cobaan makin berat. Banyak bermunculan masalah, dari mantan doi yang mulai ikut nyerempet nikung sampai godaan sang mantan doi main manis cantik depan keluarga nya. Gue makin berasa gak dianggap saat gue bertamu di rumahnya. Nyesseeeek broh...
Diakhir bulan Januari 2015 doi merapat ke rumah orang tua gue, secara gue kenal doi di perantauan. Gue seneng banget, doi makin keliatan serius nya. Sampai bapak gue yang jarang banget bisa ketawa lepas sama orang baru, lah sama dia lepas banget kek udah kenal lama dan lupa dengan sakit yg lagi beliau derita.
Kebahagiaan itu sekejap gue rasa. Di bulan Maret, bulan kelahiran gue yang pasti gue udah berharap di usia 25 itu gue akan make a wish rencana besar kami berjalan lancar. Tapi sebaliknya, kita hanya berencana dan Tuhan lah yang menentukan. Tepat hari kamis kami berpisah dan melebur rencana yang sudah ada, mengubur impian.
Jujur gue sejak itu merasa trauma dekat dengan lelaki yang cuman bilang suka ataupun bilang mau serius menjalin hubungan, gue takut sakit lagi.
Agustus kami bertemu lagi, dengan keinginan membuka pembicaraan kenapa dan kenapa kami berpisah. Rasa sayang gak bisa ditutupi, kami masih sayang. Orang tua nya gak restu apalah daya, dia dijodohkan walau pun menolak perjodohan kami sulit bersatu, hanya kuasa Tuhan yang bisa persatukan kami kembali.
Sumpah, baper gue maksimal banget kemana iman gue saat itu. Gila!!.
Butuh waktu lama buat gue lupakan jengkal demi sejengkal kenangan. Bukan hal mudah!
Karena cinta tulus tertanam dihati.
Sampai kini detik ini.
Entah kapan bisa tergantikan.
Apa sayang mu untuk ku sudah tergantikan?
==Kisah Kemarin==
Langganan:
Postingan (Atom)
